Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

HANOI (Berita SuaraMedia)  - Peneliti menemukan gua yang diklaim sebagai gua terbesar di dunia, di Vietnam bagian tengah, dekat perbatasan dengan Laos. Gua Son Doong (artinya: gua sungai gunung) yang terletak di Taman Nasional Phong Nha-Ke Bang adalah gua yang panjangnya 3,8 km, dengan lebar sekitar 90 m, dan pada beberapa bagiannya, memiliki tinggi hingga 180 meter.
Seperti dilansir National Geographic edisi Januari 2011, sebenarnya gua itu sudah diketahui sejak lama oleh penduduk Vietnam. Namun, gua ini belum pernah dieksplorasi secara serius. Nah, pada musim semi lalu sekelompok penelusur gua profesional asal Inggris berhasil 'membedah' gua itu hingga tuntas.

Ternyata gua ini mampu mengalahkan gua yang selama ini dianggap terbesar di dunia, yakni gua Deer Cave, di Taman Nasional Gunung Mulu, Kalimantan, yang memiliki panjang sekitar 2 km, lebar 150 m, dan tinggi sekitar 120 m.

Terbongkarnya Kepalsuan Sejarah Tembok Ratapan!

E-mail Cetak PDF
YERUSALEM (Berita SuaraMedia) - Seorang dosen dari universitas Palestina menjadi akademisi yang sekali lagi membahas  sejarah dan menyatakan bahwa sejarah Yahudi di Yerusalem, yang oleh para Yahudi sebagai ibu kota mereka selama 1.600 tahun sebelum Nabi Muhammad menyampaikan agama Islam. Dosen tersebut menyangkal bahwa adanya hubungan orang-orang Yahudi dengan Tembok Ratapan dari Kuil Yahudi.
Shamekh Alawneh, seorang dosen sejarah modern di Universitas Terbuka Al-Quds, berkata bahwa Yahudi menciptakan hubungan dengan tembok tersebut untuk tujuan Politik, untuk meyakinkan Yahudi Eropa dan Zionis untuk datang ke Palestina.
Alawneh berkata, "Tujuan dari Yahudi untuk memberi nama tembok tersebut sebagai "Tembok Ratapan" kepada tembok ini merupakan sesuatu yang politis. Para Yahudi tidak memiliki pilihan lain kecuali untuk menciptakan sebuah alasan mengenai Yerusalem untuk menyebarkan diantara para Zionis atau Yahudi Eropa untuk berhubungan dengan sesuatu yang konkret dari masa lalu Yerusalam. Mereka membuat klaim palsu dan menyebut Tembok Buraq sebagai Tembok Ratapan.
"Tembok tersebut tidak mempunyai akar sejarah," ujarnya dalam sebuah program televisi yang berjudul Yerusalem – Sejarah dan Budaya. "Ini adalah istilah politik untuk , memenangkan hati dan dukungan dari Zionis di Eropa sehingga mereka akan berpindah dan masuk ke Palestina. Tidak lebih.
Pembawa acara tersebut juga merujuk ke "Yahudisasi" dari Yerusalem dan rencana Yahudi untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsa.
Juni lalu, WND mengutip kepala staf Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang menyatakan bahwa Yerusalem adalah milik umat Muslim. Ia memeperingatkan bahwa gerakan apapun, atau serangan apapun oleh Israel, yang mengganggu kompleks Al-Quds akan dibalas oleh 1,5 milyar Muslim dunia.
"Yerusalem adalah Muslim. Masjid Al Aqsa dan Haarem Al Sharif adalah 100 persen Muslim. Israel bermain dengan api ketika mereka mengancam Al-Aqsa dengan penggalian yang sedang mereka lakukan, " ujar kepala staf Abbas, Rafiq Al Husseini.
Dalam sebuah wawancara ekslusif pada bulan Maret 2007, Taysir Tamimi, Pemimpin dari Pengadilan Palestina dan salah satu dari pemimpin Muslim yang paling berpengaruh di Israel, mengatakan bahwa Kuil Yahudi tersebut tidak pernah ada, dan Tembok Ratapan sebenarnya adalah tempat dimana Nabi Muhammad mengikatkan kendaraan ajaibnya, Masjid Al Aqsa dibangun oleh para malaikat dan Ibrahim, Musa dan Isa adalah nabi-nabi dalam Islam.
Tamimi dianggap sebagai ulama terpenting Palestina setelah Muhammad Hussein, Mufti Agung Yerusalem.
"Israel memulai sejak 1967 membuat penggalian arkeologis untuk menunjukan bukti-bukti adanya hubungan antara Yahudi dengan kota tersebut, dan mereka tidak menemukan apapun. Tidak ada koneksi terhdap Israel sebelum Yahudi memasuki wilayah ini pada tahun 1880," ujar Tamimi.
Tamimi berkata bahwa deskripsi dari deskripsi dari Kuil Yahudi di Taurat dan di tulisan Byzantine dan Roma dari periode Kuil tersebut merupakan hasil pemalsuan, dan bahwa Taurat telah dipalsukan.

Tes DNA: Darah Yahudi Afrika Mengalir Dalam Tubuh Hitler


E-mail Cetak PDF
BRUSSELS (Berita SUarMedia) - Diktator Nazi, Adolf Hitler dikenal sebagai seorang yang rasis, ia meyakini keunggulan bangsa Jerman atau 'Arya' di atas ras-ras lainnya. Bahkan Hitler terang-terangan menunjukkan kebenciannya pada bangsa Yahudi.

Namun, berdasarkan tes DNA yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan fakta mencengangkan, Hitler ternyata keturunan Yahudi dan Afrika.

Sample diambil dari kerabat Hitler menunjukkan secara biologis ia memiliki keterkaitan dengan sub ras yang berusaha ia musnahkan.

Adalah jurnalis, Jean-Paul Mulders dan sejarawan, Marc Vermeeren  yang menggunakan DNA untuk melacak 39 kerabat 'sang Fuhrer' awal tahun ini. Termasuk, seorang petani Austria yang diketahui satu-satunya sepupu Hitler, Norbert H.

Sampel DNA juga diambil dari seorang warga Amerika Alexander Stuart-Houston, 61, cucu keponakan Hitler.
Sebuah koran Belgia mengabarkan, sampel dari saliva atau air liur yang diambil dari orang-orang tersebut yang melacak asal usul darah Hitler. Kromosom yang disebut Haplopgroup E1b1b (Y-DNA) terdapat dalam sejumlah sampel itu, dan sangat jarang ditemui di Jerman, bahkan di Eropa Barat.

"Ini biasanya ditemukan di Maroko, Aljazair, Libya, Tunisia juga diantara Yahudi Ashkenazi dan Sephardic," kata Vermeeren, seperti dimuat laman Daily Mail, 23 Agustus 2010.

"Ini salah satu postulat bahwa Hitler ternyata bagian dari ras yang ia benci," tambah Mulders dalam Majalah Knack.

Haplogroup E1b1b1, yang menyumbang sekitar 18-20 persen dari ras Ashkenazi -- dan 8,6 persen sampai 30 persen dari Sephardic-kromosom Y, tampaknya menjadi salah satu pembangun garis keturunan utama dari penduduk Yahudi.

"Ini hasil yang mengejutkan," kata Ronny Decorte, spesialis genetik yang setuju Hitler mungkin punya akar di Afrika Utara.
Majalah Knack mengatakan, DNA diuji dalam kondisi laboratorium yang ketat untuk mendapatkan hasil maksimal.

Ini bukan pertama kali sejarawan meyakini Hitler keturunan Yahudi.  Ayahnya, Alois, diyakini keturunan tak sah seorang pembantu bernama Maria Schickelgruber, dan seorang pria Yahudi yang saat itu berusia 19 tahun bernama Frankenberger.

Sebuah laporan menyebutkan, keponakan Hitler, Patrick pernah mengirimkan surat kaleng ke pamannya -- memperingatkan tentang isu sensitif soal darah campuran Alois Hitler.

Menanggapi itu, Hitler pernah memanggil pengacaranya, Hans Frank untuk menyelidiki hal itu. Sebelum Perang Dunia II pecah, klaim itu diumumkan 'tanpa dasar'.
"Hitler tak akan senang dengan temuan ini," kata Decorte dari Universitas Katolik Leuven.  "Ini bertentangan dengan konsepsi Nazi terhadap dunia bahwa ras dan darah adalah persoalan sentral.".

Usaha Belanda Ungkap Sejarah Indonesia Yang Terpendam

E-mail Cetak PDF
JAKARTA (Berita SuaraMedia) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan berada di Belanda pada 6-9 Oktober 2010 untuk kunjungan kenegaraan atas undangan Ratu Belanda, Beatrix.

Kunjungan Presiden ke negeri kincir angin itu tertunda empat tahun karena menurut Juru Bicara Kepresidenan Bidang Hubungan Luar Negeri, Teuku Faizasyah, Ratu Beatrix sebenarnya telah melayangkan undangan pada 2006.

Kunjungan Presiden Yudhoyono ke Belanda yang pertama kali sejak dua masa pemerintahan itu, menurut Faiza, bermakna penting untuk menghilangkan beban sejarah, sekaligus menandai kedewasaan hubungan kedua negara.

Faiza mengakui hubungan bilateral Indonesia dengan bekas penjajahnya itu sampai saat ini terganjal secara psikologis karena realitas sejarah yang dipandang berbeda oleh kedua pihak.

Namun, Indonesia-Belanda telah lama berupaya mempererat hubungan dengan menyamakan cara pandang. Ditandai dengan kehadiran Menteri Luar Negeri Belanda Bernard Bot pada perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2005. Bernard Bot juga telah menyampaikan pengakuan secara de facto atas kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Pengakuan tersebut akan diperkuat oleh dokumen tertulis yang bakal ditandatangi Indonesia dan Belanda tentang pengakuan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Ini akan menyudahi berpuluh tahun pengingkaran Belanda yang hanya mengakui penyerahan kedaulatan kepada Indonesia di Istana Dam, Amsterdam, pada 27 Desember 1949 setelah pelaksanaan Konferensi Meja Bundar.

Pengakuan tertulis yang akan ditandangani Presiden Yudhoyono dan Pemerintah Belanda awal Oktober 2010 itu, kata Faiza, telah lama dirundingkan kedua negara sejak 2009.

Pengakuan yang diharapkan menghilangkan beban sejarah itu pun akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan perjanjiaan kemitraan komprehensif antara Indonesia dan Belanda agar kedua negara semakin mempererat dan memperluas kerjasama di masa depan.

"Yang signifikan adalah penandatanganan perjanjian komprehensif. Karena kedua negara ini bisa melihat ke depan, tidak lagi terseret-seret oleh beban sejarah dan menunjukkan kedewasaan hubungan kedua negara," jelas Faiza.

Perjanjian kemitraan komprehensif itu pun telah melalui masa persiapan cukup lama sejak disepakati pada 13 Juni 2006 oleh menteri luar negeri kedua negara saat itu, Hassan Wirajuda dari Indonesia dan Bernard Bot dari Belanda.

Saat itu kedua menteri saling mengunjungi dan bertatap muka secara intensif guna menyusun hubungan kedua negara yang berbagi sejarah cukup panjang di belakang, namun ingin melongok jauh ke depan.

Perjanjian kemitraan intensif bertujuan mengembangkan dan memperdalam berbagai aspek hubungan bilateral antara Indonesia dan Belanda yang meliputi segala bidang, mulai politik dan keamanan, ekonomi, hingga sosial budaya.

Bernard Bot saat itu menilai perjanjian yang tercapai sebagai perubahan dalam hubungan antara kedua negara untuk tidak lagi melihat ke belakang pada apa yang sudah terjadi, melainkan memandang ke depan guna mencari tahu apa yang bisa dilakukan guna memperbaiki hubungan yang sudah terjalin baik antara Indonesia dan Belanda.

Bot kala itu juga mengakui peran penting Indonesia dalam forum internasional sebagai negara demokratis yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Indonesia merupakan negara Islam terbesar dengan lembaga-lembaga demokratisnya. Ini menandakan bahwa Islam adalah agama perdamaian, katanya.

"Apabila negara-negara seperti Belanda dan Indonesia bisa bekerjasama, kami bisa menunjukkan kepada negara-negara lain di dunia bahwa di masa mendatang kami ingin membangun kerja sama antar agama. Selain itu, kami juga ingin menunjukkan bahwa benturan antar peradaban itu tidak perlu," katanya.

Malah sebaliknya, Belanda bisa bekerjasama untuk dunia yang damai, tutur Bot ketika mengunjungi Indonesia pada 2006.

Atas peran Bot dalam meningkatkan hubungan bilateral Indonesia-Belanda selama menjabat Menlu Belanda pada 2003-2007, pemerintah Indonesia pun menganugerahkan Bintang Mahaputra kepada Bot pada Oktober 2009.

Penghargaan sejenis juga diberikan Indonesia kepada dua warga Belanda lainnya pada kunjungan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda ke Den Haag pada Oktober 2009, yaitu anggota Komisi Luar Negeri Belanda Hans Van Balen, dan Presiden Organisasi Kemasyarakatan Jacques Zeno Brinj.

Hubungan Baik

Di bidang ekonomi, Indonesia dan Belanda selama periode 2004-2008 berhasil menaikkan volume perdagangan sebesar 17,38 persen meskipun sempat menyusut akibat krisis keuangan global dari 4,142 miliar dolar AS pada 2008 menjadi 3,405 miliar pada 2009.

Pada 2008, Belanda merupakan investor asing terbesar keempat di Indonesia setelah Inggris, Jerman,dan Perancis dengan nilai 89,9 juta dolar AS yang meliputi 34 proyek.

Dalam pertemuan Komisi Bersama Kerjasama Ekonomi Bilateral Indonesia-Belanda yang digelar pada Maret 2010, kedua pihak sepakat mengatasi hambatan kerjasama perdagangan dan investasi, khususnya peraturan yang diterapkan terhadap komoditi Indonesia ke Belanda dan Uni Eropa serta mengatasi hambatan investasi Belanda di Indonesia.

Dibukanya kembali rute penerbangan Garuda Indonesia Jakarta-Amsterdam sejak 2010 diharapkan memperlancar hubungan ekonomi kedua negara, sekaligus meningkatkan potensi pariwisata.

Kerjasama tersebut melengkapi kemitraan Indonesia dan Belanda yang sangat intensif di bidang pendidikan.

Belanda memusatkan kerjasama dengan Indonesia, salah satunya adalah di bidang pendidikan dengan menyediakan dana sebesar 30,8 juta Euro untuk beasiswa pendidikan tinggi pada periode 2006-2011. dengan cara itu, negeri kincir angin tersebut menjadi salah satu tujuan utama mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri.

Bantuan itu masih ditambah dengan dana yang disalurkan Belanda melalui Bank Dunia guna memperbaiki pendidikan dasar dan meningkatkan kualitas kebijakan pemerintah di bidang pendidikan yang pada 2006 saja nilainya masing-masing 24 juta Euro dan 22 juta Euro.

Kebijakan Anti Islam

Belanda saat ini mengalami perubahan konstalasi politik pasca Pemilu terakhir karena partai berkuasa, yaitu Kristen Demokrat (CDA) hanya meraih posisi keempat sebanyak 13,6 persen.

Posisi pertama diraih Partai Rakyat untuk Kebebasan dan Demokrasi (VVD) sebanyak 22,5 persen, disusul Partai Buruh (PvDA) sebanyak 19,6 persen, dan Partai Kebebasan (PVV) 15,5 persen.

Kesepakatan untuk menyusun kabinet minoritas Belanda telah tercapai yang terdiri atas anggota VVD dan CDA yang mendapatkan dukungan eksternal dari PVV pimpinan tokoh kontoversial Geert Wilders yang selama ini dikenal berhaluan antiIslam dan antiimigran.

Dengan demikian, kabinet minoritas VVD-CDA harus bertopang pada dukungan PVV untuk mencapai mayoritas di parlemen sehingga Wilders yang pernah menuai protes luas akibat memproduksi film "Fitna" yang bernada antiIslam diperkirakan akan mempengaruhi kebijakan pemerintahan Belanda.

Keterlibatan Wilders dalam kabinet Belanda tidak hanya dikhawatirkan oleh kelompok Muslim di Belanda, namun juga oleh Partai Buruh yang menilai kekuasaan PVV terlalu besar dengan tanggung jawab yang tidak sepadan.

Sepekan sebelum kunjungan Presiden Yudhoyono ke Belanda, Duta Besar Indonesia untuk Belanda, Junus E Habibie, dalam wawancara yang dimuat surat kabar terkemuka Belanda, "Financieele Dagblad," menyatakan kekhawatirannya atas keterlibatan Wilders dalam kabinet Belanda.

Apabila Kabinet baru Belanda itu mengikuti garis politik yang keras terhadap Islam, kata Habibie, maka hal tersebut bisa mempersulit hubungan dengan Indonesia.

Pernyataan Habibie itu menyulut kemarahan Wilders yang mengatakan seorang duta besar tidak pantas mengutarakan hal tersebut.

Wilders pun mendesak Menteri Luar Negeri demisioner Maxime Verhagen guna mempertanyakan kepada Habibie apakah pernyataan tersebut bersifat pribadi atau mewakili Pemerintah Indonesia.

"Jika benar itu atas nama pemerintah Indonesia, harus ada konsekuensi diplomatik yang diambil supaya orang Indonesia tidak terlalu nyaring bernyanyi," kata Wilders dalam Financieele Dagblad.

Verhagen pun menemui Habibie yang menghasilkan persetujuan bahwa Habibie menarik kembali pernyataannya dan agar kedua pihak tidak membesar-besarkan masalah tersebut.

Faiza pun mengatakan polemik antara Habibie dan Wilders telah berakhir dan sama sekali tidak mempengaruhi rencana kunjungan kenegaraan Presiden Yudhoyono pada 6-9 Oktober 2010 karena pemerintah Belanda amat menantikan kedatangan Yudhoyono dan telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambutnya.

Upaya menghilangkan beban sejarah di antara Indonesia-Belanda ternyata tidak mudah di tengah konstalasi global yang terus berubah. Kedewasaan kedua negara yang telah berbagi pengalaman sejarah amat panjang itu terus menerus akan diuji.

Perut Melilit Selama Tiga Tahun Ternyata Handuk Menempel di Usus

E-mail Cetak PDF
CHHATTISGARH (Berita SuaraMedia) - Tim ahli bedah rumah sakit di Kota Chhattisgarh, India, berhasil mengeluarkan handuk yang menempel di usus Sabnam Praveen, 30 tahun, warga Bilaspur, Chhattisgarh, India. Diberitakan dari laman Aol News, sebelum dilarikan ke rumah sakit, Sabnam Praveen, 30, sering mengeluhkan sakit perut yang amat melilit. Keluhan yang dirasakan Sabnam ini sudah berlangsung cukup lama.

Akhirnya, tim dokter yang dipimpin Dr Neeraj Sindey dari Chhattisgarh Institute of Medical Sciences (CIMS) memutuskan membedah perut Sabnam.
Hasilnya mengejutkan. Tim dokter bedah menemukan bagian-bagian kain handuk di dalam usus Sabnam yang sebagian telah membusuk.

Suami Sabnam, Nassibuddin, mengaku sangat lega dengan hasil operasi itu. Dia mengungkapkan istrinya sudah mengeluhkan sakit itu selama tiga tahun terakhir.

Sebelum ditangani CIMS, menurut Nassibudin, istrinya sudah dibawa ke sejumlah rumah sakit. Umumnya, dokter di sejumlah rumah sakit menduga istrinya mengidap tumor perut.

Nassibuddin menambahkan, sakit perut yang diderita istrinya dimulai setelah dia menjalani operasi sesar di sebuah rumah sakit, akhir 2007.

Oleh karena itu, dia dan istrinya berencana mengajukan gugatan terhadap seorang dokter di rumah sakit Kota Ambikapur, distrik Surguja. Dia menduga dokter telah teledor dengan meninggalkan potongan handuk dalam perutnya saat operasi sesar.

Suami Sabnam, Nassibuddin, mengatakan telah menghabiskan lebih dari 100 ribu rupee atau lebih dari Rp 20 juta untuk melakukan perjalanan ke berbagai rumah sakit untuk mengetahui penyebab sakit di perut istrinya, tapi ternyata hanya sia-sia.

"Sebagian besar uang itu adalah pinjaman untuk membawa istri saya ke beberapa rumah sakit di India," jelas Nassibudin, suami Sabnam.

Nassibudin mengatakan, di kebanyakan rumah sakit dokter mengatakan bahwa mungkin ada tumor di perut istrinya, tetapi dokter di CIMS menegaskan bahwa ada handuk di usus Sabnam dengan dasar serangkaian tes.

Sabnam yang masih berada di bangsal bedah CIMS, kini berencana untuk mengajukan perkara dengan dokter di sebuah rumah sakit di kota Ambikapur, karena ia dan suaminya percaya bahwa dokter tersebut telah meninggalkan handuk di dalam perutnya ketika ia melakukan operasi caesar pada akhir tahun 2007.

Copyright 2010 INFO Free
Lunax Free Premium Blogger™ template by Introblogger